Konversi karya ilmiah adalah proses mengubah karya tulis ilmiah (seperti skripsi, tesis, atau disertasi) menjadi sebuah buku yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum. Proses ini melibatkan penyesuaian bahasa dari formal menjadi naratif, restrukturisasi konten, serta penataan format agar sesuai standar penerbitan buku. Tujuannya adalah menyebarkan ilmu pengetahuan secara lebih luas dan juga dapat digunakan untuk meningkatkan portofolio akademik penulis, seperti untuk pengajuan angka kredit bagi dosen.
Proses konversi
Penyesuaian bahasa dan format: Mengubah bahasa ilmiah yang kaku menjadi bahasa yang lebih umum dan naratif.
Restrukturisasi konten: Menyusun ulang struktur bab agar lebih enak dibaca oleh khalayak umum, bukan hanya kalangan akademis.
Pengurusan ISBN: Mendaftarkan buku hasil konversi untuk mendapatkan Nomor Induk Buku (ISBN) resmi, seperti yang dijelaskan oleh Penerbit Deepublish Jakarta.
Penerbitan: Memasarkan buku hasil konversi agar dapat diakses oleh masyarakat luas dan berpotensi memberikan royalti bagi penulis.
Manfaat konversi karya ilmiah
Penyebaran ilmu: Memungkinkan gagasan dan pengetahuan dari karya ilmiah dapat diakses dan bermanfaat bagi khalayak yang lebih luas, tidak hanya para akademisi.
Portofolio akademik: Menjadi bukti produktivitas dan kredibilitas penulis, terutama penting bagi dosen untuk pengajuan kenaikan pangkat dan angka kredit (BKD).
Peluang pendapatan: Buku hasil konversi dapat dipasarkan, sehingga penulis dapat memperoleh pendapatan tambahan melalui royalti
